Archive

Archive for October, 2008

~Da’ie dan Ketulusan~


“Dan antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah ; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-menunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.”                                                                                                                        [Al-Ahzab 33:23]

1. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka tidak akan banyak da’ie yang berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus berkembang maju ke hadapan untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu mendasarkan prinsip-prinsipnya dengan kukuh.

 

 

2. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, nescaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, fikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeza pendapat, akan jarang terjadi.

 

 

3. Jika komitmen da’ie benar-benar tulus…, maka sikap toleran akan semarak, rasa saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para da’ie akan menjadi bangunan yang berdiri kukuh dan saling menguat.

 


4. Jika komitmen da’ie benar-benar tulus…, maka dia tidak akan peduli samada ditempatkan di barisan depan atau di barisan belakang. Komitmennya tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi pemimpin yang sewenangnya mengeluarkan keputusan dan ditaati atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau dihormati.

 

 

 

5. Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka hati seorang da’ie akan tetap lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak terbaki walau sekecil apa pun untuk permusuhan dan dendam.

 


6. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus…, maka sikap toleran dan saling memaafkan akan terus berkembang, sehingga tidak ada momentum yang menyuburkan kebencian, menaruh dendam, dan amarah. Namun sebaliknya, semboyan yang diusung adalah ”Saya sedar bahawa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin Anda akan selalu memaafkan saya.”

 

 

7. Jika komitmen da’ie benar-benar tulus…, maka semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap da’ie, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia kerana dia akan selalu menggunakannya untuk beribadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan yang mencegah kemungkaran. Atau, menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta isterinya di rumah. Da’ie yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat di mana-mana lapangan yang ia ceburi.

 

 

8. Jika komitmennya benar-benar tulus…, maka setiap da’ie akan segera menunaikan kewajiban kewangannya untuk dakwah tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi erti keuntungan peribadi dan menang sendiri.

 

 

9. Jika komitmen da’ie benar-benar tulus…, maka akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata. Tidak ada kata ”ya” untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat. Kata yang ada adalah kata ”ya untuk segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah.

 

 

10. Jika komitmen para da’ie benar-benar tulus…, maka setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.

 

 

Muhammad Abduh;Madza Ya’ni Intima’id Da’wah